CERITA CURUG GENDERUWO

CERITA CURUG GENDERUWO, - Kecamatan Watumalang, Wonosobo memang sangat tidak familier bagi wisatawan yang datang ke Wonosobo-Dieng. Meskipun diwilayah itu menyimpan puluhan tempat eksotis dan sama sekali belum tersentuh oleh kegiatan wisata, khususnya pengelolaan wisata.(anji)

CERITA CURUG GENDERUWO
Curug indah dengan nama yang sangar. foto by @adamjagat

CERITA CURUG GENDERUWO

Wonosobo, pada dasarnya wisata di Kabupaten Wonosobo mulai menggeliat, banyak muda mudi, tokoh masyarakat dan pemerintah desa mencoba menggali potensi desanya untuk tujuan wisata. Selama ini kegiatan wisata  Wonosobo ditopang oleh keberadaan Dieng, Wisatawan yang datang sebagian besar selalu dengan tujuan Dieng.

Secara administratif Dieng terbagi menjadi dua wilayah kabupaten, yang terbesar wilayahnya berada di Kabupaten Banjarnegara dan selebihnya milik kabupaten Wonosobo. Namun karena akses termudah menuju Dieng adalah Wonosobo maka Dieng lebih dikenal sebagai Wisatanya Kabupaten Wonosobo.

Dalam perkembangannya akses menuju Dieng tidak hanya dimiliki Wonosobo, karna kabupaten Banjarnegara setahap demi setahap juga memperbaiki akses menuju dieng, sementara Kabupaaten Batang dan Pekalongan juga menyusul mulai membangun akses jalan menuju dieng.

Hal ini yang kemudian memicu pemerintah dan masyarakat Wonosobo mulai menggali potensi Wisata di setiap sudut Wilayah Wonosobo untuk keperluan wisata.


Curug Genderuwo Sebagai Calon Primadona.


Lokasi Curug Genderuwo berada desa Binangun, kecamatan Watumalang atau sekitar 20 km kearah barat dari Alun-alun Wonosobo. Searah menuju Curug Genderuwo ada wisata Bukit sembrani yang sudah terlebih dahulu dikelola meski tidak begitu dikenal dan wisata Bukit Nganjir yang beberapa waktu dekat telah mulai dikelola.

Curug Genderuwo
pemandangan wilayah Kecamatan Watumalang menuju desa Binangun
Akses menuju Curug Gederuwo tidaklah terlalu sulit dicari, asalkan sudah sampai di desa Binangun Watumalang akan tampak Plang penunjuk arah sederhana di pinggir jalan utama menuju Curug. Lebih persisnya bisa berhenti di parkiran Pasar Hewan desa Binangun.

Meski oleh beberapa penggiat wisata Watumalang telah dipasang papan penunjuk jalan alangkah baiknya tetap minta ditemani warga sekitar, hal ini dikarenakan jalan menuju Curug masih merupakan jalan setapak untuk keperluan pertanian yang apa adanya.

Curug Genderuwo
Jalan setapak pertanian nenuju curug menyuguhkan pemandangan yang eksotis
Hanya butuh waktu sekitar 7 menit dengan berjalan kaki dari jalan utama ke Curug, melewati kebun-kebun sayur milik warga memberikan nuansa khas desa yang membikin hati damai.

Debit air yang jatuh dari Curug Genderuwo cenderung stabil, lokasi wilayah  dan hutan sekitar hulu dari air berasal masih asri mendukung volume air yang mengalir stag, sehingga aman untuk dikunjungi.

Curug Genderuwo
meski akses jalan menjadi kendala, hal itu terbayar dengan keindahan curug yang mempesona
Menurut salah satu penggiat wisata Watumalang Pak Wignyo, nama Seram Curug Genderuwo dan mitos seramnya adalah akal-akalan dari warga terdahulu yang gemar berjudi. "Jadi dahulu kawasan sekitar curug itu untuk tempat berjudi, kemudian beberapa dari mereka menyebut curug indah yang belum bernama itu dengan sebutan Curug Genderuwo" ungkapnya, dan cerita seram dari mulut-kemulut akhirnya beredar dan menjadi sebuah mitos disekitar Kecamatan Watumalang.

Curug Genderuwo
tempat indah ini sempat twrkubur oleh cerita-cerita seram penjudi lokal
Kini cerita seram Curug Genderuwo mulai terkikis meskipun nama Genderuwo masih tetap melekat. Wisatawan lokal mulai mendatangi dan mendokumentasikan keindahan Curug Genderuwo dan menguploadnya di media sosial. warga dan pemerintah desa Binangun juga telah mewacanakan untuk membangun akses jalan setapak yang lebih baik menuju Curug Genderuwo.


Galery:

Curug Genderuwo



You Might Also Like

0 komentar

Ritual Cukur Rambut Gembel di Telaga Cebong Dieng

Ritual Cukur Rambut Gembel di Telaga Cebong Dieng , -  Anniversary Bikers Brotherhood Central Java "18 memeriahkan Rangkaian Hari Jadi...